Arman Seorang blogger yang suka berpetualang ke berbagai tempat-tempat menarik di dunia.

Yuk, Berpetualang Ke Bukit Lawang

2 min read

Berpetualang ke Bukit Lawang

Bukit Lawang adalah salah satu objek wisata yang berlokasi di kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Bagi anda pecinta alam yang suka berpetualang, maka lokasi ini sangatlah cocok untuk anda kunjungi. Lokasinya yang masih berada dalam satu kawasan dekat dengan taman nasional Gunung Leuser ini pastinya seru untuk dijelajahi. Pasalnya ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan disana seperti berenang, trekking, mengamati satwa taman nasional, tubing, caving, menikmati air terjun, melihat orang utan dan lain sebagainya.

Nama Bukit Lawang mulai dikenal dunia sejak tahun 1973, tepatnya setelah dijadikan sebagai pusat rehabilitasi Orang Utan oleh Frankfurd Zoological Society dan WWF yang dirintis Monica Barner dan Regina Frey. Awalnya lokasi ini hanya menjadi tempat penelitian Orang Utan saja.

Begitu besarnya daya tarik Bukit Lawang, tempat ini tidak hanya dikunjungi oleh wisatwan lokal saja. Ada banyak turis atau wisatawan mancanegara yang berkunjung kesana. Jadi kamu tak perlu heran, jika tempat ini banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Rehabilitasi Orang Utan yang ada disanalah menjadi daya tarik tersendiri bagi turis-turis untuk berkunjung ke Bukit Lawang.

Di Bukit Lawang ini juga terdapat banyak penginapan yang bisa digunakan untuk menginap bersama keluarga. Selain itu akses jalan menuju Bukit Lawang juga terbilang baik, walau terdapat beberapa titik lokasi jalan yang masih sedikit rusak, tidak menjadi masalah bagi banyak wisatawan untuk menuju kesana. Hanya saja jalan menuju ke Bukit Lawang tidak begitu besar, sehingga perlu berhati-hati pada saat berpas-pasan dengan kendaraan lainnya.

Untuk menuju Bukit Lawang, kamu bisa merental sebuah mobil, bus pariwisata atau berkendara dengan sepeda motor. Dari kota Medan, dibutuhkan waktu 2-2,5 jam lamanya perjalanan menuju kesana. Jika bingung, kamu bisa menumpangi bus ALS tujuan Binjai dari Bandara Kuala Namu, lalu turun di simpang terminal Pinang Baris. Nah, dari simpang terminal Pinang Baris ini, kamu bisa lanjut menggunakan bus Pembangunan Semesta.

Namun jika tidak ingin repot, pilihannya adalah dengan mengendarai sepeda motor. Itupun jika tau jalan menuju ke lokasinya. Bagi warga kota Medan dan sekitarnya, sepeda motor tentu menjadi kendaraan favorit untuk menuju ke wisata Bukit Lawang ini. Seperti cerita pengalaman saya beberapa waktu yang lalu.

Berangkat dari kota Medan pada pukul 09.00 wib, saya bisa tiba di Bukit Lawang pada pukul 12.00 wib dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Pada saat itu kami hanya bertiga saja, dengan dua sepeda motor saling beriringan.

Ada banyak lokasi yang kami singgahi untuk beristirahat sejenak saat menuju kesana. Seperti singgah di kota Binjai dan singgah di Mesjid Agung Baiturrahman Kuala. Walau peralanan pada saat itu cukup melelahkan, namun lelah itu terbayar sudah setelah sampai disana.

Tiba di Bukit Lawang kami sempatkan untuk berfoto disalah satu jembatan yang ada disana, juga beberapa tempat lainnya. Berenang dan merasakan segarnya air sungai Bahorok yang jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi saya dalam mengunjungi wisata Bukit Lawang ini.

Di sungai tersebut kita tidak hanya bisa berenang saja, kegiatan outdoor seperti arung jeram menjadi tantangan tersendiri bagi siapa saja yang ingin menelusuri sungai Bahorok tersebut menggunakan ban yang bisa disewa. Dijamin adrenalin kalian akan terpacu saat mengarungi sungai tersebut.

Namun bagi anda yang membawa anak atau keluarga, sebaiknya menyewa tempat untuk bersantai di pinggiran sungai menjadi pilihan yang tak kalah menyenangkan. Ada juga warung aneka jajanan yang ada dipinggiran sungai, menjadi penambah keunikan tempat widata ini. Mungkin kita bisa menikmati aneka jajanan yang dijual oleh penduduk setempat sambil bermain air dipinggiran sungai bersama keluarga.  

Oh ya, jika anda punya rencana liburan kesana, tidak ada salahnya untuk sedikit eksplore lokasi menarik yang ada disana. Seperti mengeksplore goa kalilawar yang tak jauh dari sana. Kita bisa berjalan kaki sekitar 15 menit untuk menuju goa kalilawar tersebut. Di Goa ini terdapat banyak, bahkan ada ribuan kelelawar, sebab itulah lokasi ini dinamakan goa kelelawar. Selain itu, goa ini juga dihiasi dengan ornamen khas seperti stalagmit yang ukurannya besar-besar dan tentunya sangat indah.  

Puas melihat goa kalilawar, wisatawan juga bisa melihat air terjun yang ada disana, walaupun alirannya tidak tinggi seperti air terjun padaumumnya, namun cukup untuk membuat tenang pikiran saat berada didekat air terjun tersebut.

Nah, itulah sedikit cerita berpetualang saya ke Bukit Lawang. Namun, jika kamu punya banyak waktu untuk berlibur disana, sebaiknya kamu bisa melihat orang utan dan menyewa gaet yang akan membawa kamu ke rehabilitasi orang utan tersebut disana. Tentu itu akan menjadi pengalaman berpetualang yang tak terlupakan.

Arman Seorang blogger yang suka berpetualang ke berbagai tempat-tempat menarik di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *