Pendakian Ke Air Terjun Cibeureum Di Gunung Pangrango

Pendakian ke Air Terjun Cibeureum

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki banyak spot wisata yang bisa anda kunjungi, diantaranya adalah air terjun Cibeureum yang sangat eksotik. Namun untuk menuju ke air terjun ini, kita harus mendaki yang merupakan bagian dari jalur pendakian Gede Pangrango via Cibodas.

Cubeureum merupakan sebutan dalam bahasa Sunda yang memiliki arti sebagai sungai merah. Disebut merah pada air terjun ini karena di bagian dinding-dinding tebing tempat air terjun ditumbuhi oleh jenis lumut merah (Sphagnum gedeanum) yang tumbuh secara endemik, sehingga memberikan kesan warna merah.

Oh ya, dilokasi keberadaan Air Terjun Cibeureum terdapat 2 air terjun lainnya. Diantaranya adalah air terjun Cidendeng dan di paling ujung ada air terjun Cikundul. Untuk menuju ke Air Terjun Cibeureum, kita harus menempuh pendakian selama satu jam yang berjarak 2,8 km dari lokasi awal pendakian. Perjalanan sendiri dimulai dari titik ketinggian sekitar 1.370 mdpl tepat di gerbang masuk menuju Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Gerbang masuk Gunung Gede Pangrango

Jalan menuju Air Terjun Cibeureum berupa jalan berbatu yang disusun sedemikian rupa, sehingga lebih nyaman untuk kita lewati. Selama pendakian, kita akan disuguhi dengan pemandangan yang memanjakan mata berupa pepohonan khas hutan hujan tropis. Sesekali juga kita dapat melihat beberapa satwa hutan hujan yang kebetulan lewat atau sedang beraktivitas seperti monyet, tupai, burung, lutung, ayam hutan dan lainnya.

Sebelum sampai ke Air Terjun Cibeureum, kita akan melewati danau alami bernama Telaga Biru. Telaga Biru ini memiliki luas sekitar 5 hektare dan terletak di ketinggian sekitar 1.575 mdpl.  Dinamakan telaga biru karena tumbuhan yang hidup didalam danau tersebut terdapat sejenis ganggang yang menyebabkan warna air di danau sekilas terlihat berwarna biru kehijau-hijauan. Konon katanya danau ini merupakan tempat minum sejumlah binatang.

Telaga Biru Cibeureum

Dari Telaga Biru, lalu kita akan melewati jembatan yang terbuat dari beton yang membentang sepanjang kurang lebih 200 meter di atas Rawa Gayonggong. Diatas jembatan ini kita bisa menikmati suasana rawa yang terbilang unik. Kondisi dibawah jembatan tersebut sangat rimbun dengan rumput yang basah dan berair jernih. Sedangkan di sisi kiri-kanan jembatan ini berdiri pohon-pohon yang menarik untuk di foto.

Jembatan rawa Gayonggong

Setelah melewati jembatan Rawa Gayonggong, kita akan disuguhi pemandangan sungai khas gunung yang jernih dan deras di sisi kanan jalur pendakian. Lokasi ini juga menandakan jika kita sudah mendekati lokasi spot Air Terjun Cibeureum. Tepat di bawah lokasi air terjun, jalan akan bercabang dua. Ke kiri untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Gede Pangrango, lurus untuk menuju Air Terjun Cibeureum.

Baca Juga : Air Terjun Sipiso Piso Salah Satu Destinasi Terpopuler Di Sumatera Utara

Sampailah kita ke lokasi air terjun Cibeureum ini setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam lamanya. Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 60 meter, dan terdapat tugu di depannya. Jika anda masih memiliki tenaga untuk mendaki, anda akan menyaksikan dua air terjun cantik lainnya yang berbeda.

Air Terjun Cibeureum

Tips Untuk Mendaki ke Air Terjun Cibeureum

  1. Kenakan pakaian yang mendukung untuk pendakian.
  2. Pakailah sepatu atau alas kaki yang nyaman untuk mendaki.
  3. Bawalah sweater untuk menjaga hawa dingin pegunungan.
  4. Antisipasi dengan membawa jas hujan jika sewaktu-waktu turun hujan.
  5. Membawa obat-obatan (P3K) untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
  6. Jangan lupa membawa perlengkapan berfoto seperti kamera.
  7. Bawa tas ransel yang mampu memuat barang bawaan anda.
  8. Siapkan logistik secukupnya.
  9. Terakhir jangan lupa berdoa agar perjalanan anda selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat ke rumah anda.

Posting Komentar

0 Komentar